Terbayang kembali di awal tahun 2002 anak kami yang pertama menjalani operasi jantung di RS Harapan Kita. Sempat bolak-balik ke Rumah Sakit selama 1 bulan, Alhamdulillah sudah diperbolehkan pulang. Setelah sebelumnya saya mengalami kecelakaan dan harus menjalani operasi tulang tangan kiri saya di sebuah Rumah Sakit di Jambi dan Isteri harus menjalani operasi usus buntu di salah satu Rumah Sakit di Depok .
Awal pernikahan kami yang dilalui di berbagai Rumah Sakit dan jauh dari orang tua menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Masalah datang lagi kami harus pindah kontrakan, setelah berbagai pertimbangan antara harga sewa dan isi kantong kami ternyata butuh waktu. Datanglah kakak ipar menawari numpang di rumah kontrakan yang berada di daerah Bekasi.
Tidak terbayang sebelumnya kami akan tinggal di Bekasi yang katanya Macet dan Panas. Kami bekerja di Jakarta saya di Jalan Sudirman dan istri di Jalan P. Jayakarta. Lokasi rumah kakak di Perumahan Permata 1 Bekasi Timur. Ke kantor awalnya kami menggunakan Bus terus beralih Kereta Api .
Tahun 2002 akhirnya kami mendapatkan rumah kontrakan/sewa di Perumahan Taman Kota. Dari rumah inilah saya mulai menikmati sebagai pekerja menggunakan jasa kereta api. Bebas polusi, lebih sering tepat waktu cuma kalau telat juga bikin jengkel (maklum peninggalan Belanda).
Tahun 2003 saya merasa gundah kalau begini terus kapan bisa kaya dengan tanpa korupsi. Sementara setiap hari kami pergi pagi pulang petang, kalau istri lebih sering pulang malam. Kalau diinget merasa bersalah juga sama anak pertama. Dengan sekuat tenaga menggunakan uang tabungan dan pinjaman koperasi kantor awal tahun 2004 kami berhasil membeli sebidang tanah (Alhamdulillah).
Kalau istilah temen-temen, istri saya menggunakan otak kanan dengan memberi ultimatum bangun rumah sekarang atau tidak sama sekali. Bismillahirrahmanirrahim hanya dengan uang Rp 10 juta kami memulai pembangunan rumah baru mengajukan KPR ke Bank. Membangun rumah sendiri emang seru dan pengalaman menghabiskan hari sabtu dan minggu ke toko bangunan di daerah Kalimalang (sering berantem gara-gara beda selera).
Tahun 2004 akhirnya kami mempunyai rumah sendiri dengan doa semoga menjadi Home bagi kami sekeluarga. Walaupun beban keuangan kami jadi bertambah dengan angsuran rumah. Akhirnya tahun 2005 saya memulai usaha dengan bergabung di Bakmi Raos. Jualan Mie Ayam dengan gerobak yang sebelumnya juga ga kebayang. Mulai dari 4 gerobak bersama kawan-kawan saya di kantor, akhirnya berkembang menjadi 17 gerobak dengan operasi di Perumahan Kemang Pratama, Galaksi dan sekitarnya. Awal tahun 2006 akhirnya diberanikan diri mengambil Master Franchise Bakmi Raos di Bekasi dan sekitarnya.
Inilah awalnya kami lama-lama jatuh cinta dengan Bekasi, di pertengahan tahun 2006 anak kedua kami lahir. Dengan niat memberikan lebih baik dibanding anak pertama, istri saya niat memberikan asi eksklusif selama anaknya mau. Sebuah problem yang akhirnya berbuah bisnis bagi kami. Anak saya sama sekali tidak mau minum susu formula. Cuti melahirkan sudah hampir habis, tapi setiap dicoba minum susu formula anak saya kembali tidak mau. Akhirnya istri ambil cuti diluar tanggungan selama 3 bulan, tidak mau juga. Di tahun ini saya resmi menjadi Depo Fresmilk Indomilk (DF Indomilk) Taman Kota.
Akhirnya istri saya resign dari kantor dan mengelola usaha DF Indomilk Taman Kota – info selengkapnya bisa di klik di www.SusuAnak.com. Tak terasa makin lama kami sekeluarga kerasan tinggal di Bekasi dan makin jatuh cinta. Berikut ini alas an kami jatuh cinta dengan Kota Bekasi :
- Saya sekarang merasa mempunyai banyak Saudara, Temen dan Sahabat selama tinggal di Bekasi, apalagi setelah bergabung di Komunitas Tangan Diatas wilayah Bekasi atau TDA Bekasi dan Komunitas BloggerBekasi.
- Bisnis kami adalah bisnis kuliner (makanan dan minuman) secara retail. Oh ya bisnis yang lain kami mempunyai Workshop Laundry Kiloan www.jimbolaundry.blogspot.com . Artinya makin banyak penduduk Kota Bekasi saya tidak akan kekurangan market, Apalagi jumlah penduduk Kota Bekasi 2,3 juta orang dan akan terus bertambah.
- Infrastruktur yang makin baik, sebelumnya pada awal merintis usaha tiap malem ke Pasar Baru Bekasi dengan kondisi memprihatinkan : Kotor, Kumuh dan Tidak beraturan. Biaya maintenance gerobak dan sepeda motor yang cukup mahal karena sering rusak disebabkan jalanan Hancur. Alhamdulillah sekarang sudah banyak perbaikan.
Harapan di masa depan sebagai Pebisnis di Bekasi :
- Pengurusan Izin Usaha
Sebagai Pebisnis di Bekasi masih sangat kurang informasi tentang bagaimana mengurus Izin Usaha. Khawatir Biayanya mahal dan waktunya lama. Yang membuat agak malas mengurusnya tidak tahu harus kemana.
Solusi : Dibuat pusat informasi tentang usaha Kecil dan Menengah melalui website.
- Fasilitas untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
Sebagai pebisnis kecil selain kekurangan modal juga kekurangan fasilitas misalnya untuk mengikuti seminar, workshop, training ataupun pameran. Sementara banyak event di Jakarta seminar,workshop dan pameran tetapi biayanya belum terjangkau oleh Pebisnis UKM.
Solusi : Pemerintah Kota Bekasi memberikan fasilitas tersebut diatas.
- Permodalan bagi UKM
Banyak diantara Pebisnsis UKM begitu dapat order besar selalu kesulitan dalam permodalan. Sementara kalau mengajukan ke Perbankan belum memenuhi syarat Bank Teknis.
Solusi : Membentuk Lembaga Keuangan Mikro
Memberikan jaminan kepada UKM pada saat pengajuan ke Bank
Mendorong pemberian permodalan kepada UKM melalui rekomendasi dari Komunitas
Bisnis
Harapan di masa depan sebagai penduduk di Bekasi :
Masalah Banjir yang masih menghantui penduduk di kota Bekasi, sebagai contoh jalanan perumahan Taman Kota kalau terjadi hujan lebat air akan segera meluap di jalanan. Walaupun Alhamdulillah belum masuk rumah tapi sangat menganggu.
Usulan solusi :
· Pembuatan Sumur Resapan
Saya membaca di Harian Kompas satu kampung di Bandungselain menanam tanaman juga secara swadaya dan dibantu Pemda membuat sumur resapan sebanya 50 buah dengan biaya tidak sampai 100 juta. Alhamdulillah sekarang bisa bersahabat dengan banjir, dalam waktu singkat banjir akan surut. Dan hebatnya sumur resapan bisa dibuat dengan tingkat keamanan yang baik dan sebagi tempat budidaya lele yang hasilnya cukup lumayan. Banjir Bebas dan dapat tambahan penghasilan. Info pembuatan 1 unit sumur resapan sebesar Rp. 1,7 juta. Cara pembuatan dapat diperoleh di Kantor BBPT Jl. Thamrin Jakarta.
· Pembuatan gorong-gorong yang baik.
Saya memperhatikan sebagian besar ruas jalan besar apalagi yang kecil, kondisi gorong-gorong sangat memprihatinkan. Dibeberapa tempat banyak genangan air karena tidak ada pembuangan. Sayang jalan sudah di cor lama-lama akan mengalami kerusakan kalau pembuangan air tidak tuntas. Atau jalan akan mengalami kerusakan sebelum waktunya.
Sebagi penutup, Tanpa terasa saya sudah Sewindu tinggal di Bekasi . Dengan kondisi yang ada sekarang kami sekeluarga sudah merasa Cinta dan at Home di Kota Bekasi, apalagi kalau usulan solusi diatas mendapat perhatian dari Pemkot dan segera direalisasikan. Duh Senangnya
Salam
Dewanto
www.WebMarketingIndonesia.com